Sabtu, 18 Mei 2013

Kitab Suci Agama Buddha

Kitab Suci Agama Buddha terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu :
1. VINAYA PITAKA
2. SUTTA PITAKA
3. ABHIDHAMMA PITAKA

Oleh karena itu, Kitab Suci Agama Buddha dinamakan TIPITAKA (dalam bahasa Pali) atau TRIPITAKA (dalam bahasa Sanskerta).

1. VINAYA PITAKA
Berisi hal-hal yang berkenaan dengan para Bhikkhu dan Bhikkhuni, terdiri atas 3 bagian, yaitu :
a. Sutta Vibhanga (Berisi peraturan-peraturan bagi para Bhikkhu dan Bhikkhuni).
- Bhikkhu Vibhanga berisi 227 peraturan yang mencakup 8 jenis pelanggaran, diantaranya terdapat 4 pelanggaran yang menyebabkan dikeluarkan Bhikkhu dari Sangha dan tidak dapat menjadi Bhikkhu lagi seumur hidup, yaitu berhubungan kelamin, mencuri, membunuh atau menganjurkan orang lain bunuh diri, dan membanggakan diri secara tidak benar tentang tingkat-tingkat kesucian atau kekuatan batin luar biasa yang dicapai. Untuk 7 jenis pelanggaran lainnya akan ditetapkan hukuman dan pembersihan sesuai dengan berat ringannya pelanggaran yang bersangkutan.
-Bhikkhuni Vibhanga berisi 311 peraturan hampir sama dengan Bhikkhu Vibhanga.

b.Khandhaka, terbagi menjadi 2 kitab, yaitu Mahavagga dan Cullavaga
- Mahavagga berisi tentang peraturan-peraturan dan uraian tentang penahbisan Bhikhu, Upacara Uposatha pada bulan purnama dimana dibacakan Patimokkha (peraturan disiplin untuk para Bhikkhu), peraturan tentang tempat tinggal selama musim hujan (vassa), upacara pada akhir vassa (pavarana), peraturan mengenai jubah, peralatan, obat-obatan dan makanan, pemberian jubah Khatina setiap tahun, peraturan tentang Bhikkhu yang sakit, tidur, bahan jubah, tata cara melaksanakan sanghakamma (upacara sangha) dan tata cara dalam hal terjadi perpecahan.
- Cullavaga berisi peraturan-peraturan untuk menangani pelanggaran-pelanggaran, tata cara penerimaan kembali Bhikkhu ke dalam sangha setelah melakukan pembersihan atas pelanggarannya, tata cara untuk menangani masalah-masalah yang timbul, berbagai peraturan mengenai cara mandi, mengenakan jubah, tempat tinggal, peralatan, tempat bermalam, dsb, perpecahan-perpecahan kelompok Bhikkhu, kewajiban-kewajiban guru (Acariya) dan calon Bhikkhu (Samanera), pengucilan dari upacara pembacaan Patimokkha, penahbisan dan bimbingan bagi Bhikkhuni, kisah mengenai Pasamuan Agung Pertama di Rajagaha, dan kedua di Vesali.

c. Parivara
Memuat ringkasan dan pengelompokan peraturan-peraturan Vinaya, yang disusun dalam bentuk tanya jawab untuk dipergunakan dalam pengajaran dan ujian.

2. SUTTA PITAKA
Terdiri dari 5 kumpulan buku, yaitu :
a. Digha Nikaya
- Merupakan buku pertama dari Sutta Pitaka.
- Terdiri dari 34 sutta panjang.
- Terbagi menjadi 3 vagga, yaitu Silakkhandavagga, Mahavagga, dan Pativagga.
Beberapa sutta yang terkenal, yaitu :
- Brahmajala Sutta (62 pandangan salah).
- Samannaphala Sutta (menguraikan buah kehidupan pertapa).
- Sigalovada Sutta (patokan-patokan penting dalam kehidupan sehari-hari umat berumah tangga).
- Mahasitimatthana Sutta (tuntunan untuk meditasi Pandangan Terang/ Vipassana).
- Mahaparinibbana Sutta (mengenai hari-hari terakhir Sang Buddha Gautama).

b. Majjhima Nikaya
- Buku kedua dari Sutta Pitaka, memuat khotbah-khotbah menengah.
- Terdiri dari 3 bagian (pannasa), yaitu : 2 pannasa pertama (masing-masing 50 sutta), dan yang terakhir (52 sutta).
Beberapa Sutta diantaranya :
- Ratthapala Sutta
- Vasettha Sutta
- Angulimala Sutta
- Anapanasati Sutta
- Kayagatasati Sutta dsb

c. Anguttara Nikaya
- Buku ketiga dari Sutta Pitaka
- Terbagi menjadi 11 nipata (bagian) dan meliputi 9,557 sutta (disusun berdasarkan nomor).

d. Samnyutta Nikaya
- Buku keempat, memuat 7,762 sutta.
- Dibagi menjadi 5 vagga utama, 56 bagian yang disebut Samnyutta.

e. Khuddaka Nikaya
- Buku kelima, terdiri atas 15 kitab.

3. ABHIDHAMMA PITAKA
Berisi uraian filsafat Buddha Dhamma yang disusun secara analitis, mencakup berbagai bidang, seperti : ilmu jiwa, logika, etika, dan metafisika.
Terdiri dari 7 jilid buku (pakarana), yaitu :
a. Dhammasangani (menguraikan etika dilihat dari sudut pandang jiwa).
b. Vibhanga (menguraikan apa yang terdapat dari buku Dhammasangani dengan metode berbeda, dibagi menjadi 8 bab, dan masing-masing bab mempunyai 3 bagian, Suttantabhajaniya, Abhidhammabhajaniya, dan Pannapucchaka atau daftar-daftar pertanyaan).
c. Dhatukatha (menguraikan unsur-unsur batin, dibagi menjadi 14 bagian).
d. Puggalapannatti (menguraikan tentang watak-watak manusia (puggala), dikelompokan menurut nomor, dari kelompok satu sampai dengan sepuluh, seperti sistem di Kitab Anguttara Nikaya).
e. Kathavatthu (terdiri atas 23 bab merupakan percakapan-percakapan (katha) dan sanggahan terhadap pandangan-pandangan salah, yang dikemukan oleh berbagai sekte tentang hal yang berhubungan dengan theologi dan metafisika).
f. Yamaka (dibagi menjadi 10 bab, Mula, Khandha, Ayatana, Dhatu, Sacca, Sankhara, Anusaya, Citta, Dhamma, dan Indriya).
g. Patthana (mengenai sebab-sebab yang berkenaan dengan 24 Paccaya(hubungan antara batin dengan jasmani)).

Gaya bahasa dalam Kitab Suci Abhidhamma Pitaka berbeda bersifat teknis dan analisis, berbeda dengan gaya bahasa dalam Kitab Suci Sutta Pitaka dan Vinaya Pitaka yang bersifat naratif, sederhana, dan mudah dimengerti oleh umum.


Sumber : Buku Vijja Dhamma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar